Apakah Minuman Manis Efektif Menghilangkan Haus Saat Cuaca Panas Melanda?

Ilustrasi minum ice tea. Gambar oleh jcomp dari magnific.com

Memasuki Agustus 2026, sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam periode musim kemarau. Berdasarkan analisis BMKG pada Dasarian I Agustus, sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) telah mengalami musim kemarau. BMKG juga memperkirakan Agustus menjadi salah satu periode puncak musim kemarau di banyak wilayah.

Kondisi ini membuat cuaca panas dan rasa haus lebih mudah dirasakan, terutama ketika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan. Saat haus datang, minuman dingin dan manis sering menjadi pilihan yang terasa paling menyegarkan.

Es teh manis, minuman bersoda, es kopi susu, minuman rasa buah, hingga minuman kemasan memang mudah menggoda. Namun, apakah minuman manis benar-benar efektif menghilangkan haus?

Atau sebenarnya tubuh hanya membutuhkan air?

1.    Minuman manis memang bisa mengurangi rasa haus

Minuman manis tetap mengandung air sehingga tentu dapat memberikan cairan kepada tubuh. Karena itu, tidak tepat jika dikatakan bahwa minuman manis sama sekali tidak membantu hidrasi. Apalagi jika diminum dalam keadaan dingin. Sensasi dingin dan rasa manis dapat membuat tubuh terasa lebih segar setelah kepanasan.

Namun, ada perbedaan antara membuat haus terasa hilang dan menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan. Rasa segar yang muncul setelah minum es teh manis, misalnya, belum tentu berarti minuman tersebut merupakan pilihan paling ideal untuk dikonsumsi berkali-kali sepanjang hari.

2.    Air putih tetap menjadi pilihan utama

Ketika tubuh merasa haus setelah melakukan aktivitas sehari-hari, air putih sebenarnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Air putih tidak mengandung gula tambahan maupun kalori. Karena itu, Anda dapat menjadikannya sebagai minuman utama ketika cuaca panas tanpa perlu khawatir mendapatkan tambahan gula dari setiap gelas yang diminum.

Hal ini sejalan juga dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian. WHO juga menyebutkan bahwa pengurangan hingga kurang dari 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Artinya, ketika haus datang karena cuaca panas, Anda tidak harus mencari minuman dengan rasa kuat. Segelas air putih bisa menjadi pilihan paling sederhana.

3.    Masalahnya bukan pada satu gelas minuman manis

Menikmati segelas es teh manis sesekali tentu berbeda dengan menjadikan minuman manis sebagai teman setiap kali merasa haus. Persoalannya muncul ketika minuman berpemanis dikonsumsi berulang kali. Satu gelas mungkin terasa biasa, tetapi beberapa gelas dalam sehari dapat membuat jumlah gula yang masuk ke tubuh semakin banyak.

WHO menyebutkan bahwa konsumsi gula bebas yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan masalah kesehatan gigi. Karena itu, minuman manis sebaiknya ditempatkan sebagai minuman yang dinikmati sesekali, bukan sebagai sumber cairan utama sepanjang hari.

4.    Penelitian menunjukkan kemampuan minuman mempertahankan cairan bisa berbeda

Menariknya, penelitian tentang hidrasi memang menunjukkan bahwa setiap jenis minuman dapat memiliki kemampuan berbeda dalam mempertahankan cairan di dalam tubuh. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition membandingkan 13 jenis minuman pada 72 pria dewasa. Peneliti kemudian mengamati produksi urine peserta selama empat jam setelah mereka mengonsumsi minuman tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa minuman, seperti susu dan larutan rehidrasi oral, dapat mempertahankan cairan lebih lama dibandingkan air putih dalam kondisi penelitian tersebut.

Namun, temuan tersebut tidak berarti semua minuman manis lebih baik daripada air putih. Jenis minuman, kandungan elektrolit, kandungan karbohidrat, jumlah yang diminum, serta kondisi tubuh peserta dapat memengaruhi hasil penelitian.

Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa minuman yang memiliki rasa manis otomatis lebih efektif mengatasi haus.

5.    Gula dan elektrolit bisa dibutuhkan dalam kondisi tertentu

Ada kondisi tertentu ketika minuman yang mengandung karbohidrat dan elektrolit memang memiliki manfaat. Contohnya ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berat dalam waktu lama dan mengeluarkan banyak keringat. Tubuh bukan hanya kehilangan air, tetapi juga kehilangan sejumlah elektrolit.

American College of Sports Medicine menjelaskan bahwa minuman yang mengandung karbohidrat dan elektrolit dapat memberikan manfaat dalam kondisi olahraga tertentu, terutama aktivitas yang berlangsung lebih dari satu jam. Akan tetapi, kebutuhan tersebut tidak otomatis berlaku hanya karena cuaca sedang panas.

Jika Anda hanya bekerja di rumah, berjalan sebentar, berbelanja, berkendara, atau melakukan aktivitas ringan, air putih umumnya sudah menjadi pilihan yang cukup.

6.    Jangan terkecoh dengan sensasi dingin dan manis

Ada alasan mengapa minuman manis dingin terasa sangat nikmat ketika cuaca panas. Ketika tubuh kepanasan, kita cenderung mencari sesuatu yang memberikan sensasi menyegarkan. Minuman dingin memberikan rasa sejuk, sementara rasa manis membuat minuman terasa lebih menarik.

Masalahnya, sensasi tersebut dapat membuat kita menganggap minuman itu lebih efektif daripada air putih. Padahal, segar dan terhidrasi merupakan dua hal yang berbeda. Minuman manis mungkin terasa lebih menyenangkan, tetapi kebutuhan utama tubuh ketika haus tetaplah cairan.

7.    Bagaimana dengan jus buah?

Jus melon. Gambar oleh jcomp dari magnific.com

Jus buah sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan minuman bersoda atau minuman berpemanis lainnya. Hanya saja, jenis jus dan cara pembuatannya tetap perlu diperhatikan.

Jus yang diberi tambahan gula tentu berbeda dengan jus yang tidak menggunakan gula tambahan. Meski demikian, WHO tetap memasukkan gula yang secara alami terdapat dalam jus buah ke dalam kategori free sugars.

Karena itu, jus juga sebaiknya tidak diminum secara berlebihan hanya karena dianggap sebagai minuman yang berasal dari buah. Mengonsumsi buah secara utuh juga memiliki kelebihan karena buah menyediakan serat yang jumlahnya dapat berkurang ketika buah diolah menjadi minuman.

8.    Lalu, apa yang sebaiknya diminum saat cuaca panas?

Ketika cuaca panas dan tubuh mulai merasa haus, beberapa pilihan sederhana berikut bisa dilakukan:

  • Utamakan air putih sebagai minuman sehari-hari.
  • Bawa botol minum ketika bepergian agar lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan.
  • Batasi minuman berpemanis, terutama jika dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.
  • Pilih minuman rendah atau tanpa gula jika ingin minuman yang memiliki rasa.
  • Perhatikan aktivitas fisik karena kebutuhan cairan dapat meningkat ketika Anda banyak berkeringat.
  • Pertimbangkan minuman dengan elektrolit dalam kondisi tertentu, terutama setelah aktivitas fisik yang lama dan berat.
  • Jangan menunggu sampai sangat haus untuk mulai minum ketika berada di lingkungan yang panas.

Jadi, apakah minuman manis efektif menghilangkan haus?

Jawabannya adalah bisa membantu mengurangi rasa haus, tetapi bukan berarti menjadi pilihan terbaik untuk setiap kondisi. Minuman manis tetap memberikan cairan, tetapi juga membawa gula tambahan yang perlu diperhitungkan. Sementara itu, air putih dapat memenuhi kebutuhan cairan tanpa memberikan tambahan gula dan kalori.

Dalam kondisi tertentu, seperti aktivitas fisik berat dan berkepanjangan, minuman yang mengandung karbohidrat serta elektrolit memang dapat memiliki manfaat. Namun, untuk aktivitas sehari-hari, air putih tetap menjadi pilihan yang sederhana dan praktis.

Jadi, ketika cuaca panas membuat tenggorokan terasa kering, Anda tidak harus selalu mencari minuman yang manis dan dingin. Sebab, belum tentu yang benar-benar dibutuhkan tubuh adalah rasa manis yang segar dan nikmat. Bisa jadi, tubuh hanya membutuhkan segelas air putih.

 

Ref:

https://www.bmkg.go.id/cuaca/potensi-hujan-sepekan/prakiraan-cuaca-indonesia-sepekan-periode-18-24-agustus-2026-el-nino-kuat-warnai-hut-ke-81-ri-kemarau-mendominasi-sebagian-besar-indonesia

https://www.health.harvard.edu/blog/when-replenishing-fluids-does-milk-beat-water-202211142849

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *