Dijamin Berhasil, Ini Cara Mengajarkan Anak Tak Mengompol

Dijamin Berhasil, Ini Cara Mengajarkan Anak Tak Mengompol

Mengajarkan anak tak mengompol merupakan pekerjaan rumah buat Ayah dan Bunda.  Pekerjaan ini tidaklah mudah dan sangat butuh kesabaran, karena melakukannya harus secara berulang. Agar si kecil mengerti dan lama kelamaan bisa mengikuti apa yang telah diajarkan padanya.

Sebenarnya, berapa usia yang tepat untuk mengajarkan agar anak tak mengompol saat tidur? Pada beberapa referensi yang pernah saya baca, mengajarkan anak untuk bisa BAB atau BAK sendiri, bisa Bunda lakukan ketika anak memasuki usia 1,5 tahun. Benarkah demikian?

Untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai hal tersebut, silakan Bunda ikuti ulasan ini hingga akhir ya.

Ini Cara Yang Cerdas Mengajarkan Anak Tak Mengompol

Bun, apa si kecil masih suka mengompol di malam hari? Jangan khawatir ya Bun, mengompol adalah hal yang umumnya terjadi pada setiap anak. Hampir setiap anak pernah melalui masa-masa mengompol ini. Dari pengalaman saya, biasanya kebiasaan ini terjadi pada anak mulai usia satu tahun. Kebiasaan tersebut akan terus berulang dan terjadi dalam waktu yang lama. 

Oleh karena itulah, sebaiknya Bunda dan Ayah harus menggunakan cara cerdas agar sikecil bisa segera berhenti dari kebiasaannya mengompol ini. Sebagai ibu, saya juga melakukan lagkah cerdas seperti yang akan share di bawah ini. Langkah-langkah ini merupakan pengalaman pribadi saya ketika mengajarkan anak tak mengompol, seperti:

1.    Membuat jadwal baru untuk kebiasaan BAK si kecil

Langkah pertama yang saya lakukan adalah, membuat kebiasaan buang air kecil yang terjadwal. Pernahkah Bunda memperhatikan kebiasan BAK sikecil? Kalau saya, hal ini selalu saya perhatikan. Misalnya, ketika bangun pagi sikecil pasti pipis. Setelah pipis pertama ini, saya akan perhatikan kira-kira jam berapa lagi dia akan pipis.

Jika sikecil banyak mengonsumsi cairan maka dia akan cenderung sering pipis. Begitu juga ketika cuaca sedang adem atau dingin. Kebiasaan buang air kecil ini akan saya ingat sampai esok pagi ketika sikecil bangun lagi keesokan harinya.

Nah, saat sikecil sudah tertidur di malam hari, saya akan membuat kebiasaan atau jadwal yang baru untuk si kecil. Misalnya, anak terbiasa tidur jam sembilan malam maka jam 12 malam, saya akan membangunkan lalu mengajaknya pipis di kamar kecil.

Selanjutnya pada jam 3 dini hari, kembali saya akan membawanya ke kamar mandi. Yakinlah Bun, sikecil pasti akan pipis. Jadwal baru ini saya terapkan setiap hari. Dan ini tak butuh waktu lama. Dua sampai tiga hari berikutnya sikecil akan terbangun sesuai jadwal pipisnya.

Hal ini saya terapkan pada anak sejak berumur delapan bulan sehingga mereka tak lagi memakai diapers saat tidur malam.

2.    Membisikkan kalimat ketika sikecil baru mulai terlelap

Sekitar tahun 2004, saya pernah menyaksikan reality show Nanny 911. Acara ini tentang pengasuh anak yang membantu para orang tua dalam mendidik anaknya. Mungkin Bunda yang umurnya sebaya dengan saya pasti pernah menonton acara ini.

Tahun 2004, anak pertama saya berumur dua tahun. Ketika itu, saya ingin mengajarkannya berhenti menggunakan dot saat minum susu agar tidak mengompol. Bunda pasti tahukan, satu faktor yang bisa membuat anak mengompol adalah sering ngedot susu ketika akan tidur.

Ketika anak saya baru saja mulai lelap, saya bisikkan di telinganya dengan ucapan begini, “Nak, mulai besok, ngedotnya berhenti ya, besok sudah harus minus susu di gelas.” Begitulah kira-kira ucapan yang saya bisikkan padanya. Keesokan harinya, ketika saya menawarkan dot, dia berkata mau minum susu digelas saja, maasyaa Allah.

Saya sempat terdiam sejenak, lalu tersenyum dan langsung bilang oke. Saya masih ingat jelas tentang hal ini. Karena merupakan benar-benar pengalaman berkesan dan terbukti berhasil.

Nah 2 cara ini bisa Bunda coba jika mengalami masalah yang sama seperti saya. Karena setiap anak itu unik dan berbeda jadi mungkin saja proses mengajarkan anak tak mengompol berbeda progressnya. Yang penting adalah sebagai orang tua kita selalu sabar dan mengulang-ulang apa yang kita ajarkan pada anak. So, selamat mencoba ya Bun..

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *